Rabu, 15 Oktober 2014

Ruang lingkup dan proses pembelajaran IPS

BAB 1 Ruang lingkup dan proses pembelajaran IPS * Kehidupan manusia dalam masyarakat atau manusia sebagai anggota masyarakat/manusia dalam konteks social. http://adf.ly/O7ryQ * Satuan kelompok yang paling mendasar adalah keluarga. Dalam keluarga ini juga mulai berkembang aspek-aspek kehidupan social yang meliputi hubungan budaya, sejarah, geografi serta aspek politik keluarga. Fungsi yang mengatur kesejahteraan, ketertiban, hak dan kewajiban, serta keamanan, dapat pula dikategorikan sebagai bentuk “pemerintahan” bahkan juga “Negara” yang tidak formal. * Ukuran yang lebih “besar”, adalah rukun tetangga, rukun kampung, warga desa sampai warga bangsa. * Membangdingkan hubungan social yang berupa kesetiakawanan social, gotong royong, tolong menolong, dan lain-lain. Semua itu merupakan ruang lingkup IPS. * Pendidikan dalam keluarga bersifat menyeluruh, baik kognitif (pengetahuan penalaran), dan afektif (nilai, sikap, kesadaran, tanggung jawab), maupun psikomotor (keterampilan). Proses tersebut diluar keluarga, bias dikatakan terbatas pada ranah tertentu. * Dalam pembentukan kepribadian seseorang, keluarga memiliiki pengaruh yang utama. Menurut Ch. H. Cooley menetapkan keluarga itu sebagai kelompok perdana (primary group) yaitu kelompok pertama yang memberikan pengaruh utama dalam pembentukan kepribadiakn. Sekolah merupakan kelompok kedua (secondary group) * Coba anda hayati dan resapi perkembangan IPTEK dan dampaknya terhadap perkembangan kehidupan masyarakat tempat kalian tinggal. Meskipun anda bertempat teringgal di daerah terpencil, anda dapat menyerap informasi baru melalui surat kabar, radio, dan terutama TV. Perkemabngan dan proses yang demikian itu harus dialihakn ke peserta didik, agar merekamenjadi SDM yang berkualitas dan tetap berhubungan dengan pengetahuan serta informasi yang masih segar. Kemajuan IPTEK meningkatkan hubungan social dari satu ruang geografi ke ruang geografi lainnya, kita menyebutnya dengan “Interaksi social”. Psoses IPTEK ini juga telah menbembus batas-batas local, regional dan bahkan menjadi proses interaksi global. BAB 2 * Ruang lingkuo IPS sebagai pengetahuan, sebagai pokoknya adalah kehidupan manusia di ruang lingkup tersebut meliputi hubungan sosia, ekonomi, geogradi, psikologi social, budaya, sejarah dan aspek politik. Dan ruang lingkupnya adalah rukun keluarga, rukun kampung, warga desa, organisasi tingkat local, Sedangkan dari proses interaksi sosialnya, meliputi interaksi dalam bidang kebudayaan, politik, dan ekonomi. Dengan demikikan, ruanglingkup itu tidak hanya luas cakupannya, juga meliputi aspek dan unsure yang besar kuantitasnya. Dalam aspke ini anda selaku guru IPS , wajib mengenali sumber dan pendekatan sesuai dengan pesrta didik yang menjadi subjek pendidikan. * Meninjau dari aspek pendidikannya. Bahkan justru wajib dikembangkan oleh IPS sebagai program pendidikan itu? * Aspek meliputi nilai edukatif, nilai praktis, nilai teoritis, nilai filsafat, nilai ketuhanan. Kita sangat mengharapkan “terciptanya” SDM Indonesia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, bangsa serta Negara. Perkembangan kehidupan social hari ini dan terutama di masa yang akan dating, menuntut SDM yang demikian. · Nilai Edukatif Salah satu tolak ukur keberhasilan pelaksanaan pendidikan IPS adalah dengan berubahnya perilaku peserta didik kea rah yang lebih baik. Nalar social dan kemampuan mencari alternatife-alternatif pemecahan masalah social. Pelontaran masalah social itu melalui suasana yang demikian, nalar social dan kemampaun mencari alternative pemecahan masalah social dari peserta didik makin meningkat. Perilaku afektif inilah yang lebih mewarnai aspek kemanusiaan. Melalui pendidikan IPS, perasaan, kesadaran, penghayatan, sikap, kepribadian dan rasa tanggung jawab social peserta didik ditingkatkan. · Nilai praktis Nilai tidak berarti jika tidak di terapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan perkataan orang lain, pelajaran dan pendidikan tidak memiliki makna yang baik, jika tidak memiliki nilai praktis. · Nilai teoritis Menelaah keterkaitan suatu aspek kehidupan dengan yang lainnya. Peserta didik dibina dan dikembangkan kemampuan nalarnya kearah dorongan mengetahui sendiri kenyataan (sense of reality) dan dorongan menggali sendiri (sense of discovery). Kemampuan mengajukan sendiri pertanyaan (sense of inquiry) mereka dibina serta di kembangkan. · Nilai filsafat Melalui proses, peserta didik dikembangkan kesadarannya dan penghayatannya terhadap keberadaan di tengah-tengah masyarakat bahkan juga ditengah-tengah alam raya ini. · Nilai ketuhanan Anda dapat menikmati sendiri apa yang kita peroleh sebagai manusia, mahkluk social yang berbeda dengan mahkluk hidup yang lainnya, baik tumbuhan maupun binatang. Dasar mental meliputi minat (sense of interest), rasa ingin tahu (sense of curiosity), ingin melihat kenyataan (sense of reality), ingin menemukan sendiri hal-hal yang ada dalam kehidupan (sense of discovery), dorongan ingin menyelidiki atau meneliti (sense of injuiry). Intraksi edukatif antara anda selaku guru dengan peserta didik, tidak hanya sepihak dalam bentuk “ceramah” saja, melainkan dikembangkan melalui metode lain seperti Tanya-jawab, diskusi, tugas, karyawisata, sosiodrama, dan bermain peran. Makna yang tidakboleh dilupakan sedikitpun pada proses pembelajaran IPS, yaitu bahwa pendidikan IPS itu dilandasi oleh nilai-nilai yang wajib dibina dan dikembangkan pada peserta didik. Rangkuman : · Kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks social yang menjadi ruang lingkup IPS, merupakan c akupan yang sangat luas. · Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS yang optimum, empat hal yang meliputi: ü dasar mental-psikologis yang melekat pada diri peserta didik ü pengetahuan yang spontan dimiliki peserta didik ü ruang lingkup IPS yang luas ü nilai-nilai yang melekat pada pendidikan IPS · pembinaan dan pengembangan minat peserta didik, pengusaan materi IPS yang memadai oleh guru, dan “penciptaan” suasana intraksi edukatif yang serasi pada proses pembelajaran IPS, merupakan strategi mencapai tujuan intruksionalnya. · Dalam pembelajaran IPS, ragam pendekatan dan metode yang di terapkan disesuaikan dengan kondisi lingkup masyarakat serta aspek kehidupan social yang menjadi pokok bahasan. · Pendidikan IPS yang dilandassi oleh nilai-nilai, khususnya nilai filsafat dan ketuhanan, pada proses pembelajaran dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksana P4. BAB 3 Hakikat sumber, Media, dan Evaluasi pembelajaran IPS Ruaang lingkup IPS adalah kehidupan social manusia di masyarakat. Materi ips yang dapat dipelajari dan menjadi bahan pembelajaran, bisa dari cerita, novel, kisah-kisah tokoh terkenal dan lain-lainnya. Berita dan pemberitaan, surat kabar, radio, dan TV. Dalam kehidupan social kita manusia, ada aspek sejarah, yaitu peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yan telah lalu yang tidak kita alami sendiri. Kit apula pelajari benda-benda peninggalan masa lampau seperti prasasti, candid an bangunan lainnya. Semua benda peninggalan tadi, biasa di sebut dokumen. Luasnya wawasan peseta didik tentang masa lalu akan menjadi pisau analisis memperhitungkan kemajuan serta kemungkinan kejadian yang akan dating. Selanjutnya berkenaan dengan media ini yang disebut media pendidikan dan pembelajaran IPS. Pengertian ebaluasi sebagai suatu penilaina secara umum, merupakan kegiatannya yang sifatnya kualitatif. Sedangkan evaluasi dalam arti mengetahui keberhasilan secara kuantitatif, harus diartikan sebagai kegiatan pengukuran. Dengan menerapak besarnya pengukuran tertuntu, untuk menentukan batas kelulusan, peringkat dan besarnya angka yang harus dicapai peserta didik, pengukuran inilah yang berlaku. Sedangkan untuk menilai baik, sedang, kurang dan jelek yang sifatnya kualitatif, evaluasi dalam arti umum diterapkan. Namun, secara keseluruhanyang menentukan tingkat kualitatif pada tingkat tertentu, pengukuran dengan evaluasi di gabungkan. Perinkat baik, sedang, kurang dan buruk itu ditentukan dengan angka hasil pengukuran. Bagi khususnya guru, evaluasi ini berfungsi mengungkapkan kelemahan proses kegiatan mengajar yang digunakan, dan strategi yang dilaksanakan. Sedangkan di pihak peserta didik,evaluasi ini berfungsi mengungkapkan penguasaan materi pembelajaran oleh mereka, dan juga untuk mengungkakan kemajuannya secara individual ataupun kelompok dalam mempelajari IPS. Khususnya evaluasi pembelajaran IPS sebagai kegiatan puncak pada proses mengajar-membelajarkan, baerpihak pada suatu tujuan. Oleh karena itu, tujuan utama diarahkannya pada tugas evaluasi itu untuk mendapatkan umpan balik hasil evaluasi yang berharga bagi perbaikan tugas kerja itu selanjutnya. Dapat pula dianalisis factor-faktor penunjang dan penghambat proses mengajar-membelajarkan. Dari sdut peserta didik, tujuan evaluasi ini adalah untuk mendorong mereka belajar IPS sebaik-baiknya agar mencapai makna sebesar-besarnya dari apa yang mereka bisa pelajari. Bagi peserta didik yang hasil evaluasinya lemah, menjadi masukan bagi para guru dalam menyusun program bimbingan individual untuk mereka dalam meningkatkan keberhasilan belajar IPS. Pada akhirnya, evaluasi ini juga merupakan laporan kepada masyarakat (orang tua) tentang hasil belajar para peserta didik. Berlandaskan asas evaluasi yang meliputi: Ø Asas komprehensif atau asas keseluruhan Ø Asas kontinuitas atua asas kesinambungan Ø Asas objektif Semua asas tersebut adalah syarat evaluasi itu harus meliputi kleseluruhan pribadi peserta didik yang dievaluasi, meliputi penguasaan materi (pengetahuan), kecakapan (kecerdasan), keterampilan, kesadaran, dan sikap mentalnya. Asas kontinuitas mempersyaratkan bahwa evalusi itu wajib dilakukan secara berkesinambungan mulai dari sebelum (pra) proses mengajar-membelajarkan IPS iitu dilaksanankan, selama prose situ berjalan atau di tengah-tengah (mid) proses berlangsung, dan setelah (pasca) proses tersebut berakhir Evaluasi pembelajaran IPS secara menyeluruh, meliputi bentu-bentuk tes dan nontes. Ke dalam bentuk tes, termasuk tes objektif, tes esai (uraian), dan tes lisan. Dalam nontes, meliputi tugas dan penampilan. Evaluasi sebelum pemebalajarrn dimulai untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik itu bagaimana. Dapat membandingkan kemampuan sebelum pembelajaran dengan kemampuan setelah pembelajaran itu berakhir. Evaluasi yang dilakukan selama pemeblajaran berlangsung untuk mencek apakah proses pembelajaran yang sedang berlangsung itu dapat diserap atau tidak proses peserta didik. Evaluasi pada tahap pasca pembelajaran, sesuai dengan fungsi dan tujuannya yang mengungkapkan keberhasilan pembelajaran IPS, baik dari pihak pemenuhan tugas anda selaku guru ips maupun dari pihak peserta didik yang menjadi subjek utama dalam pembelajaran IPS. Rangkuman: 1. Proses pembelajaran IPS berarti proses mengajar-membelajarkan segala aspek, fenomena, perkembangan, dan permasalahan kehidupan social manusia dimasyarakat. 2. Segala hal yang mampu menjadi sumber pembelajaran IPS, dapat diterapkan sebagai sumber pembelajaran IPS itu. 3. Media pembelajaran dengan segala bentuk dan kategorinya, sangat membantu proses pembelajaran IPS 4. Evaluasi pembelajkaran IPS yang baik, dilandasi oleh asas-asas yang menjadi persyaratannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh alat evaluasi yang memenuhi syarat, wajib dilakukan melalui perancangan dan perencanaan dengankisi-kisinya 5. Evaluasi pembelajaran IPS yang memenuhi syarat menurut ketentyuan-ketentuannya, akan menghasilkan masukan bagi kepentingan guru dan peserta didik dalam meninkatkan keberhasilan tujuan intruksional IPS. No comments Leave a Reply

Tidak ada komentar:

Posting Komentar